ShoutMix chat widget

30 July 2010

BPPT Temukan Kompor LPG Teraman


INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengkajian dan Pemanfaatan Teknologi (BPPT) berhasil menciptakan design kompor LPG baru. Temuan ini diklaim lebih memudahkan konsumen karena tidak terlalu ribet.

Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi, BPPT, Arya Rezavidi mengatakan design tabung LPG baru akan mencoba mengurangi seminimal mungkin interaksi pengguna dengan LPG.

"Sebenarnya desain ini pernah diajukan pada awal program konversi tahun 2006-2007 tetapi tidak dimanfaatkan," katanya dalam di Kantor BPPT, Jl Thamrin, Jakarta, Jumat (2/7).

Ia mencontohkan beberapa perbedaan komponen kompor yang sudah ada dengan komponen baru yang dibuat BPPT. komponen mata kompor yang sudah beredar dalam program konversi kebanyakan terbuat dari besi. Ini

kurang baik karena akan cepat karat. Seharusnya, seperti dalam desain baru BPPT akan memakai bahan kuningan.

"Mata kompor konversi yang sudah beredar kebanyakan spesifikasi kurang baik sebab mata kompor banyak dibuat dari besi lama kelamaan akan karatan dan membuat lubangnya menjadi

besar. Ini tidak akan efisiensi lagi, makanya BPPT ciptakan desain baru dari kuningan," jelasnya.

Tambahnya, BPPT akan mendesain tabung dengan kompor yang terintegrasi sehingga konsumen hanya menyambungkan palp dengan tabung tidak seperti sekarang yang sangat ribet. "Tabung lama kan memikiki kekurangan, sambungannya ada tiga dan lebih besar, sementara yang baru dirancang terintegrasi," tambahnya.

Ia melanjutkan, desain baru yang BPPT rekomendasikan akan lebih mudah. Intinya melakukan reaksi terhadap kejadian akhir-akhir ini terkait maraknya ledakan tabung. Sebenarnya apa yang terjadi selama ini, bukan ledakan tabung, tetapi gas yang terkumpul akibakat kebocoran.

Ledakan tabung yang terindikasi kebanyakan adalah kesalahan manusia. Jadi harus ada peningkatan sosialisasi penggunaan kompor dan gas ini. Selain ada indikasi kurang baiknya aksesoris di tabung. [hid]
read more...

Wisata Joko Tarub di Desa Sumberagung, Plumpang Terbengkalai setelah Tak Dikelola Yayasan

Wisata Joko Tarub di Desa Sumberagung, Plumpang
Terbengkalai setelah Tak Dikelola Yayasan

Kabupaten Tuban mempunyai aset yang cukup bagus dibidang wisata. Selain Goa Akbar, Bektiharjo dan lainya, ternyata Bumi Ronggolawe juga mempunyai wisata, yakni Taman Wisata Joko Tarub yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang. Tempat wisata tersebut sempat buming, namun kini terbengkalai.
MEMASUKI pintu masuk kawasan sendang Joko Tarub di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang hamparan hutan dengan daun hijau terbentang. Di sekitar kawasan hutan tersebut, terdapat sebuah bangunan rumah berukuran 6 x 6 meter (m) dengan dinding yang terbuat kayu. Rumah itu di bangun dengan pondasi di air. Kondisi rumah itu kumuh.

Di bawah rumah berjendela kawat besi itu, terdapat sebuah mesin diesel yang mengapung di atas air sendang tersebut. Warga sekitar memberi pipa besar agar air yang ada bisa mengalir ke rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara sendang yang ada dipakai warga sekitar untuk mandi maupun mencuci keperluan keluarga. Airnya yang jernih dan bening kehijauan, membuat warga sekitar betah ''bermain'' di sendang dengan kedalaman antara 1-2 m tersebut.

Berdasarkan cerita-cerita yang ada, konon sendang yang berbentuk kolam itu melatarbelakangi terjadinya pertemuan Joko Tarub dan bidadari dari kayangan.

Ceritanya, zaman dahulu ada seorang jejaka dari Kerajaan Mataram yang mengembara. Pengembara yang dijuluki Joko Lelono itu tiba di sebuah Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang. Dia kemudian bertemu seorang janda yang bertempat tinggal di sebuah gubuk (tarub). Joko Lelono lalu dijadikan sebagai anaknya. Karena tinggal di sebuah gubuk, namanya menjadi Joko Tarub.

Suatu hari, Joko Tarub pergi ke sebuah bukit. Dia mendengar suara merdu seekor burung perkutut. Ketika ingin menangkap burung itu, tiba-tiba Joko Tarub mendengar suara orang yang sedang mandi. Dia mengurungkan niatnya tersebut. Joko Tarib lebih tertarik ingin mengetahui siapa yang sedang mandi. Setelah mengintip, dia melihat belasan bidadari dari kayangan.

Salah satu bidadari tersebut bernama Nawang Wulang. Joko Tarub lalu mengambil pakaian Nawang Wulan. Singkat cerita legenda yang ada, Joko Tarub akhirnya bertemu Nawang Wulan. Setelah selendangnya kembali, bidadari tersebut terbang ke kayangan. ''Ya memang konon ceritanya seperti ini,'' ujar Sutrisno, salah satu warga di sela-sela sedang bersantai di samping sendang Joko Tarub itu.

''Ya begitulah legendanya,'' tutur Kades Sumberagung, Sukisno ikut membenarkan.

Sendang itu merupakan satu-satunya sumber air yang dapat membantu sekitar 550 kepala keluarga (KK) untuk kebutuhan minum, mandi, dan mencuci pakaian setiap hari. ''Dulu oleh bidadari juga dipakai mencuci, sehingga sampai saat ini ada batu di sungai itu bergambar jemari. Konon jemari bidadari,'' cerita Sukisno.

Sendang tersebut kini menjadi aset desa setempat. Tanah seluas sekitar 4 hektare itu ''dihiasi'' alam hutan yang cukup menyejukkan. Sekitar 1990, sendang Joko Tarub diminati Yayasan Ronggolawe, salah satu investor lokal.

Sejak saat itu, sekitar sendang Joko Tarub semakin dipercantik. Taman anak-anak dan sejumlah hewan disediakan untuk jadi sarana hiburan bagi warga. ''Saat itulah diberi nama Taman Wisata Joko Tarub,'' kenang Sukisno.

Saat dikelola tersebut, warga yang masuk dikenai biaya Rp 2.500. Mereka bisa mandi dan menikmati pemandangan alam serta hewan yang ada. Setahun berjalan, taman wisata tersebut menjadi salah satu tempat jujugan warga luar daerah setiap hari libur. ''Ya pengunjung cukup rame mas,'' cerita Sukisno.

Ramainya pengunjung itu berjalan hingga tiga tahun. Setelah itu, warga sekitar sendang menginginkan pengelola melepas pengelolaan Taman Wisata Joko Tarub. ''Sebab, warga khawatir kalau suatu saat itu dimiliki oleh yayasan tersebut,'' ujar Sukisno.

Karena itulah, pengelola akhirnya melepaskan taman wisata tersebut. ''Dari situlah, penanganan Taman Wisata Joko Tarub terbengkalai, karena tidak ada yang mengelola,'' kata Sukisno.

Namun, kendala dana membuat perangkat desa angkat tangan untuk menangani tempat wisata yang potensial itu. ''Dana nggak ada Mas,'' keluhnya.

Apalagi, Pemkab Tuban juga tidak terlalu berminat mengelola tempat wisata tersebut. ''Bahkan, oleh pemkab tempat ini tidak masuk dalam peta wisata kabupaten Tuban,'' tuturnya. (*/yan)
read more...

28 July 2010

cuaca buruk di desa plumpang

Desa plumpang tiga hari belakangan ini terus menerus di guyur hujan meski dalam ukuran rendah tapi hujan yang hamper 24 jam membasahi desa plumpang ini membuat suasana di desa plumpang menjadi semakin dingin

Hujan yang turun pun mengakibat kan aktifitas yang ada di sekitar menjadi tergangu missal saja para pedagang yang biasa berdagang di pasar merasa merugi karena sepi akan pengunjung / pembeli

Warung warung yang bias berjejaran di depan pasar pun ikut merasakan dampak dari turun nya hujan ini

Bagai mana tidak orang orang lebih memilih makan apa adanya yang ada di rumah ketimbang harus keluar rumah hujan hujannan tidak hanya para pedagang para sopir angkutan juga merasakan hal yang sama pendapatan mereka menurun 3 hari belakangan ini bahkan banyak dari mereka yang memilih untuk tidak menaraik karena hujan

Tapi di lain pihak para petani malah mengharap harapkan kondisi yang seperti ini jadi mereka bias sedikit menghemat dan sawah mereka sudah tergenang air yang melimpah

Hingga saat ini hujan masih membasahi terus wilayah plumpang
read more...

16 July 2010

hal yang menarik dari desa plumpang

hal yang menarik dari desa plumpang
1. warga desa yang ramah tamah terhadap semua orng terutama tamu yang datang
2. kondisi desa
3. adat istiadat desa
4. tempat favorit
5. fasilitas desa
6. pemandangan alam yang indah

dan masih banyak lagi yang lin yang belum dapat saya sebut kan tapi di jamin deh bakalan merasakan sesuatu yang beda
read more...