ShoutMix chat widget

30 July 2010

Wisata Joko Tarub di Desa Sumberagung, Plumpang Terbengkalai setelah Tak Dikelola Yayasan

Wisata Joko Tarub di Desa Sumberagung, Plumpang
Terbengkalai setelah Tak Dikelola Yayasan

Kabupaten Tuban mempunyai aset yang cukup bagus dibidang wisata. Selain Goa Akbar, Bektiharjo dan lainya, ternyata Bumi Ronggolawe juga mempunyai wisata, yakni Taman Wisata Joko Tarub yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang. Tempat wisata tersebut sempat buming, namun kini terbengkalai.
MEMASUKI pintu masuk kawasan sendang Joko Tarub di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang hamparan hutan dengan daun hijau terbentang. Di sekitar kawasan hutan tersebut, terdapat sebuah bangunan rumah berukuran 6 x 6 meter (m) dengan dinding yang terbuat kayu. Rumah itu di bangun dengan pondasi di air. Kondisi rumah itu kumuh.

Di bawah rumah berjendela kawat besi itu, terdapat sebuah mesin diesel yang mengapung di atas air sendang tersebut. Warga sekitar memberi pipa besar agar air yang ada bisa mengalir ke rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara sendang yang ada dipakai warga sekitar untuk mandi maupun mencuci keperluan keluarga. Airnya yang jernih dan bening kehijauan, membuat warga sekitar betah ''bermain'' di sendang dengan kedalaman antara 1-2 m tersebut.

Berdasarkan cerita-cerita yang ada, konon sendang yang berbentuk kolam itu melatarbelakangi terjadinya pertemuan Joko Tarub dan bidadari dari kayangan.

Ceritanya, zaman dahulu ada seorang jejaka dari Kerajaan Mataram yang mengembara. Pengembara yang dijuluki Joko Lelono itu tiba di sebuah Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang. Dia kemudian bertemu seorang janda yang bertempat tinggal di sebuah gubuk (tarub). Joko Lelono lalu dijadikan sebagai anaknya. Karena tinggal di sebuah gubuk, namanya menjadi Joko Tarub.

Suatu hari, Joko Tarub pergi ke sebuah bukit. Dia mendengar suara merdu seekor burung perkutut. Ketika ingin menangkap burung itu, tiba-tiba Joko Tarub mendengar suara orang yang sedang mandi. Dia mengurungkan niatnya tersebut. Joko Tarib lebih tertarik ingin mengetahui siapa yang sedang mandi. Setelah mengintip, dia melihat belasan bidadari dari kayangan.

Salah satu bidadari tersebut bernama Nawang Wulang. Joko Tarub lalu mengambil pakaian Nawang Wulan. Singkat cerita legenda yang ada, Joko Tarub akhirnya bertemu Nawang Wulan. Setelah selendangnya kembali, bidadari tersebut terbang ke kayangan. ''Ya memang konon ceritanya seperti ini,'' ujar Sutrisno, salah satu warga di sela-sela sedang bersantai di samping sendang Joko Tarub itu.

''Ya begitulah legendanya,'' tutur Kades Sumberagung, Sukisno ikut membenarkan.

Sendang itu merupakan satu-satunya sumber air yang dapat membantu sekitar 550 kepala keluarga (KK) untuk kebutuhan minum, mandi, dan mencuci pakaian setiap hari. ''Dulu oleh bidadari juga dipakai mencuci, sehingga sampai saat ini ada batu di sungai itu bergambar jemari. Konon jemari bidadari,'' cerita Sukisno.

Sendang tersebut kini menjadi aset desa setempat. Tanah seluas sekitar 4 hektare itu ''dihiasi'' alam hutan yang cukup menyejukkan. Sekitar 1990, sendang Joko Tarub diminati Yayasan Ronggolawe, salah satu investor lokal.

Sejak saat itu, sekitar sendang Joko Tarub semakin dipercantik. Taman anak-anak dan sejumlah hewan disediakan untuk jadi sarana hiburan bagi warga. ''Saat itulah diberi nama Taman Wisata Joko Tarub,'' kenang Sukisno.

Saat dikelola tersebut, warga yang masuk dikenai biaya Rp 2.500. Mereka bisa mandi dan menikmati pemandangan alam serta hewan yang ada. Setahun berjalan, taman wisata tersebut menjadi salah satu tempat jujugan warga luar daerah setiap hari libur. ''Ya pengunjung cukup rame mas,'' cerita Sukisno.

Ramainya pengunjung itu berjalan hingga tiga tahun. Setelah itu, warga sekitar sendang menginginkan pengelola melepas pengelolaan Taman Wisata Joko Tarub. ''Sebab, warga khawatir kalau suatu saat itu dimiliki oleh yayasan tersebut,'' ujar Sukisno.

Karena itulah, pengelola akhirnya melepaskan taman wisata tersebut. ''Dari situlah, penanganan Taman Wisata Joko Tarub terbengkalai, karena tidak ada yang mengelola,'' kata Sukisno.

Namun, kendala dana membuat perangkat desa angkat tangan untuk menangani tempat wisata yang potensial itu. ''Dana nggak ada Mas,'' keluhnya.

Apalagi, Pemkab Tuban juga tidak terlalu berminat mengelola tempat wisata tersebut. ''Bahkan, oleh pemkab tempat ini tidak masuk dalam peta wisata kabupaten Tuban,'' tuturnya. (*/yan)
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

2 komentar: on "Wisata Joko Tarub di Desa Sumberagung, Plumpang Terbengkalai setelah Tak Dikelola Yayasan"

Anonymous said...

eman tenan brw...

Anonymous said...

eman tenan brw...

Post a Comment